Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 01-01-2024 Asal: Lokasi
Pengujian Ultrasonik:
Pengujian ultrasonik menggunakan perambatan gelombang suara melalui material yang diperiksa. Sifat akustik dan struktur internal material mempengaruhi hamburan gelombang ultrasonik. Dengan menganalisis tingkat dan karakteristik gelombang ultrasonik, dimungkinkan untuk mendeteksi dan memahami perubahan sifat dan struktur material.
Pengujian Radiografi:
Pengujian radiografi memanfaatkan perbedaan jumlah radiasi yang ditransmisikan melalui area normal dan cacat untuk membuat gambar pada film. Variasi kepadatan pada film menunjukkan adanya cacat.
Pengujian Penetran Cair:
Pengujian penetran cair memanfaatkan aksi kapiler cairan untuk menembus bukaan permukaan dan cacat bahan padat. Setelah mengaplikasikan pengembang, penetran yang meresap ke dalam cacat akan ditarik keluar dan menjadi terlihat, menunjukkan adanya cacat. Metode ini cocok untuk berbagai komponen logam dan keramik, dan relatif cepat, biasanya memakan waktu sekitar setengah jam sejak penerapan penetran hingga deteksi cacat. Hal ini dapat digunakan untuk mendeteksi kelelahan permukaan, korosi tegangan, retakan pengelasan, dan mengukur ukuran retakan secara langsung.

Pengujian Partikel Magnetik:
Pengujian partikel magnetik memanfaatkan sifat magnetik bahan untuk mendeteksi cacat permukaan dan dekat permukaan. Partikel magnet diaplikasikan ke permukaan, dan jika ada cacat, kebocoran medan magnet akan menarik partikel tersebut, sehingga menimbulkan indikasi yang terlihat. Metode ini efektif dalam mendeteksi cacat permukaan dan dekat permukaan, dan tidak terpengaruh oleh pelapisan atau pelapisan, sehingga cocok untuk memeriksa permukaan yang dicat atau dilapisi.
Metode pemeriksaan ini biasanya digunakan dalam selubung minyak untuk memastikan kualitas dan integritas bahan, mendeteksi segala cacat atau kelainan, dan memastikan pengoperasian sumur minyak yang aman dan andal.